
Tips Menjalankan Ramadhan 1447 H
Berdasarkan Putusan Tarjih Muhammadiyah
Bulan Ramadhan adalah bulan ibadah, pembinaan diri, dan peningkatan kualitas takwa. Dalam perspektif Muhammadiyah, tuntunan ibadah Ramadhan dirujuk kepada keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman yang tarjih (berdasarkan dalil yang kuat).
Berikut beberapa tips menjalankan Ramadhan 1447 H sesuai dengan Putusan Tarjih Muhammadiyah:
1. Luruskan Niat dan Perkuat Keikhlasan
Puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat. Niat dilakukan di dalam hati, tidak perlu dilafalkan secara khusus. Berdasarkan tuntunan tarjih, niat cukup dihadirkan pada malam hari sebelum terbit fajar, sebagai bentuk kesadaran menjalankan ibadah karena Allah semata.
Tips praktis:
- Setiap malam sebelum tidur, hadirkan kesadaran bahwa esok hari akan berpuasa.
- Hindari menjadikan puasa sekadar rutinitas tahunan tanpa ruh ibadah.
2. Pahami Batas Waktu Puasa dengan Benar
Menurut keputusan tarjih, waktu puasa dimulai sejak terbit fajar shadiq hingga terbenam matahari. Penting untuk memperhatikan jadwal imsakiyah yang sesuai dengan ketentuan hisab Muhammadiyah.
Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.
Tips praktis:
- Gunakan kalender resmi Muhammadiyah.
- Segera berbuka saat matahari terbenam tanpa menunda-nunda.
3. Sempurnakan Puasa dengan Menghindari Hal yang Membatalkan
Dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT), dijelaskan bahwa yang membatalkan puasa antara lain:
- Makan dan minum dengan sengaja
- Jima’ (hubungan suami-istri) di siang hari
- Haid dan nifas
- Muntah dengan sengaja
Selain itu, puasa juga bisa berkurang nilainya jika diisi dengan perbuatan sia-sia.
Tips praktis:
- Jaga lisan dari ghibah dan debat tidak bermanfaat.
- Kurangi aktivitas digital yang tidak produktif.
4. Hidupkan Malam dengan Qiyamul Lail dan Tarawih
Muhammadiyah memandang shalat Tarawih sebagai bagian dari qiyamul lail yang hukumnya sunnah. Berdasarkan tarjih, jumlah rakaat Tarawih yang lebih kuat adalah 8 rakaat ditambah witir, sebagaimana riwayat dari praktik Rasulullah ﷺ.
Tips praktis:
- Utamakan kekhusyukan dibanding banyaknya rakaat.
- Jika tidak ke masjid, laksanakan di rumah bersama keluarga.
5. Perbanyak Tilawah dan Tadabbur Al-Qur’an
Ramadhan adalah syahrul Qur’an (bulan Al-Qur’an). Membaca dan memahami maknanya menjadi amalan utama.
Tips praktis:
- Targetkan minimal 1 juz per hari.
- Sisihkan waktu khusus untuk memahami tafsir ringkasnya.
6. Tunaikan Zakat Fitrah dan Perbanyak Infaq
Dalam tuntunan Muhammadiyah, zakat fitrah wajib ditunaikan sebelum shalat Idul Fitri dan boleh ditunaikan sejak awal Ramadhan. Zakat fitrah dapat dibayarkan dalam bentuk makanan pokok atau senilai makanan pokok.
Ramadhan juga momentum terbaik memperbanyak infaq dan sedekah.
Tips praktis:
- Hitung kewajiban zakat sejak awal Ramadhan.
- Salurkan melalui lembaga resmi agar tepat sasaran.
7. Jaga Produktivitas dan Akhlak Sosial
Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru Ramadhan adalah madrasah pembinaan diri: disiplin, sabar, dan empati sosial.
Tips praktis:
- Susun jadwal harian Ramadhan (ibadah, kerja, keluarga).
- Jadikan Ramadhan sebagai momentum perbaikan akhlak.
Penutup
Ramadhan 1447 H adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas iman dan amal. Dengan mengikuti tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, ibadah kita diharapkan lebih sesuai dengan dalil yang shahih dan lebih mendekati tuntunan Rasulullah ﷺ.
Semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik, penuh keberkahan, ampunan, dan peningkatan takwa.
Marhaban Ya Ramadhan 1447 H.
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita.